Kamis, 30 Desember 2010

JANJIKU PADA IBU

Ibu ...
Kau tuntun langkahku
Kau bimbing langkahku
Menuju masa depan yang pasti

Ibu ...
Bila tiada tuntunanmu
Bila tiada bimbinganmu
Mungkin kematian akal
Akan cepat menggerogoti

Ibu ...
Janjiku padamu
Bila aku jauh
Kau tetap dalam ingatanku
Bila aku ...
Kau tetap akan ...
         Itulah
                 Janjiku

Jumat, 17 Desember 2010

BILA NANTI

Jalan-jalan telah kau lalui
Kebisingan kota besar
Kesunyian desa terpencil
Sebuah kenangan indah bagimu

Dipenghujung usiamu
Kau terbaring lemah
Sebuah dipan yang reot
Menyanggah tubuh lemahmu

Walaupun kau kini lemah
Terbaring tanpa daya
Aku tetap sayang padamu
Aku tetap cinta padamu

Ibu ...
Bila nanti ibu pergi
Bila nanti ibu mati
Kemana aku akan pergi

Jumat, 03 Desember 2010

PUTRI MALAM

Terdengar jejak langkah
Malam telah larut
Kehidupan telah terlelap
Dalam rangkulan bumi yang membeku

Malam semakin jauh merambat
Dingin semakin menyebar kebekuan
Merindingkan bulu kuduk
Lalu putri malam bangkit
Menjelajah dan menyapa
Semua insan yang terlelap
Selalu dan selalu begitu

Kehidupan berjalan bagaimana mestinya
Fajar menjelang sang putri pulang
Pagi datang sang putri terlelap
Terulang dan terulang lagi
Selama hidup masih ada

Minggu, 28 November 2010

PENGABDIAN

Maafkan aku `bu
Terlalu banyak dosaku padamu
Bertumpuk kesalahan telah kulakukan
Ingin kutebus dengan mengabdi
Namun pengabdianku tak berarti apa-apa
Bila bandingannya adalah pengabdianmu

Ibu ...
Aku kadang berputus asa
Dalam langkah hidupku
Tapi bila kuingat kamu
Semangatku menyala kembali

Kau adalah api
Pembakar semangat hidupku
Kau adalah air
Penyejuk sukma gerahku
Kau adalah bintang terang
Penerang jalan gelapku

Ibu ...
Sampai hari ini
Aku masih tegar
Aku masih bersemangat
Dalam menempuh jalan cita-citaku
Karena doamu ...

Selasa, 23 November 2010

PENANTIAN TAK BERWUJUD

Berlari mengejar angan
Terengah-engah aku
Lintasi pematang sawah
Lalui gunung dan lembah
Yang terkejar mengais luka
Terasa perih dalam jiwa
Mungkinkah angan akan nyata ?

Ketika lelah dia menggoda
Kukejar dia menghilang

Lamunan duka terus membayang
Menanti di ujung harapan
Pesona itu datang lagi
Janjikan harapan semu dalam ketidakpastian

Kilatan cahya cinta terus menyambar
Merengkuh hati dalam kata

Masikah ada harapan ?
Bunga mawar telah berlalu
Tak peduli ia padaku

Kuraih kepastian di antara ketidakpastian
Tak ada kata tak ada jawaban
Menanti jadi sia-sia

Tamalanrea, 22 Januari 1992

Senin, 22 November 2010

ANAK PETANI

Berjalan si anak petani
Melalui pematang sawah
Panjang dan berduri

Kulit terluka tak terasa
Demi kehidupan di hari esok
Pakaian dekil penuh lumpur
Dipakai tanpa malu

Bersahaja itulah yang tampak
Tekun bekerja tak pernah pupus
Hasil melimpah adalah harapan
Panen gagal adalah kecewa

Sekolah tak lanjut
SD tak tamat
Kelas tiga putus sekolah
Pupus harapan untuk sarjana

INGIN


Ketika ...
Pandangan hampa
Wajah ayu dari balik ilusi
Kenangan lama terkuak kini

Ke tak ingatanku menjadi ingat
Ke tak piluanku menjadi pilu
Wajah ayu dari balik ilusi
Hadir menghantam dinding lukaku

Kesendiranku adalah untuknya
Kesepianku juga untuknya
Keheninganku untuknya pula
Kesunyianku pun untuknya

Kesendirian, kesepian, keheningan, kesunyian
Menyatu menjadi keinginan tak terpenuhi
Berontak untuk mencapai ingin
Ingin pun tak pernah ada

Palu, 20022002

Minggu, 14 November 2010

MELATI KECIL

Melati Kecil ...
Tak tergapai angan
Tak tersentuh birahi
Tak terbiar layu
Dalam sepi mendamba harap
Mungkinkah bahagia terjelang?

Melati kecil ...
Tersenyum abadi
Dalam damai kau datang
Dalam sejuk kau hadir
Dalam suka kau ada
Namun ...
Dalam duka kau tiada
Dalam panas kau tak datang
Dalam bising kau pergi

Itulah kamu ...
Melati kecil yang ceria
Takda duka
Takda sengsara
Takda derita
Yang ada hanya ...
Suka
Bahagia
Damai
Dalam kenangan kau yang termanis
Dalam ingatan kau yang terindah
Melati kecil yang bahagia
Dimanakah kelak akan tumbuh

 Bersemi
     Subur
          Takkan layu
               Semoga abadi selamnya
                                Amin ...

Sabtu, 13 November 2010

CINTA YANG LARA

Ranting duka menggelayut dalam kalbu
Menghempas temaramnya senja yang indah
Menancapkan Kerikil tajam ke seluruh tubuh
Menguak misteri cinta yang lara

Rajutan kasih kini terberai
Tangisan duka terdengar pilu
Larut dalam kesedihan berantai
Tenggelam dalam samudra kelam

Duka merangkul begitu kuat
Kesedihan tak mungkin terlepas
Kemarau hati menanti kasih
Bias cinta tak terpandang indah

Ranting yang merana
Tak jua henti membelenggu sanubari
Mencabik-cabik luka dalam hati
Hancurkan harapan indah

Aku masih dihtimu
Menggelayut hampir terjatuh
Tidakkah kau memaafkan aku
Buka pintu hati untukku lagi

Kamis, 04 November 2010

PANORAMA CINTA

Pesisir pantai yang teduh
Menghanyutkan suasana hati yang galau
Merintih hati yang merana
Kekasih jauh entah di mana

Rentetan peristiwa yang membawa luka
Menghujam dalam sanubari yang terkoyak
Ketika matahari terbenam
Panorama cinta yang dulu indah kini terkenang

Matahari semakin tenggelam dalam temaramnya senja
Matahari berganti rembulan
Aku tak beranjak dari dudukku
Menikmati kenangan panorama cintaku yang tenggelam bersama matahari