Berlari mengejar angan
Terengah-engah aku
Lintasi pematang sawah
Lalui gunung dan lembah
Yang terkejar mengais luka
Terasa perih dalam jiwa
Mungkinkah angan akan nyata ?
Ketika lelah dia menggoda
Kukejar dia menghilang
Lamunan duka terus membayang
Menanti di ujung harapan
Pesona itu datang lagi
Janjikan harapan semu dalam ketidakpastian
Kilatan cahya cinta terus menyambar
Merengkuh hati dalam kata
Masikah ada harapan ?
Bunga mawar telah berlalu
Tak peduli ia padaku
Kuraih kepastian di antara ketidakpastian
Tak ada kata tak ada jawaban
Menanti jadi sia-sia
Tamalanrea, 22 Januari 1992
Tidak ada komentar:
Posting Komentar